
The Boss Baby
Dream Work Animation
Rilis 5 April 2017 di Indonesia
Seperti biasa, Hollywood selalu punya cara dan terus menjadi lebih baik dalam membawa orang tua atau siapapun itu untuk mengajak anak-anak menonton film berkategori animasi. Salah satunya adalah The Boss Baby, sebuah film animasi produksi Dream Work Animation yang diadaptasi dari buku cerita bergambar karya Marla Frazee. Dan tampaknya seluruh ceritanya dirancang untuk mengedipkan mata kepadaku, orang tua atau mereka yang lahir di jaman Old.
Saat alur cerita filmnya memasuki menit ke 20, Aku mulai berfikir dan bertanya-tanya tentang settingan film The Boss Baby. Dalam settingan filmnya, the Boss Baby tidak memiliki ponsel (Smartphone), atau sesuatu yang menyinggung tentang internet dan sosial media seperti yang ada pada zaman sekarang. Aku mulai fokus melihat pada teknologi, mainan dan kendaraan yang ada pada film tersebut. Dan wow, aku benar-benar merasakan suatu kenangan yang selalu membuatku bahagia, masa kecilku. Ya, film ini di setting seperti berlangsung pada tahun 1990-an. Aku benar-benar bernostalgia, seluruh film ini seperti dirancang untukku dan anak-anak 90-an sebagai hiburan yang didalamnya terdapat lelucon yang membuatku seperti kembali merasakan masa-masa 90-an.
.jpeg)
Aku punya telepon mainan tsb! Bayangkanlah betapa menyenangkannya masa kecil kita

Ortu ku membelikannya agar aku pintar Matematika, seperti nya aku mengecewakan mereka
Film ini benar-benar sarat akan kenangan masa kecil anak-anak di tahun 90-an.
Terlepas dari itu semua, bagaimana dengan filmnya? Apa filmnya Bagus? Akankah pesan moralnya tersampaikan kepada anak-anak?
Menurut aku sih YES, aku YES, aku juga YES... (Selamat kamu dapat 3 YES, sampai jumpa minggu depan, Berasa ada di acara got talent 😅)
Sebelumnya aku sudah pernah menontonnya sekali dan aku menontonnya lagi, kali ini aku menontonnya dengan adik sepupuku yang berumur 9 tahun. Aku tidak sengaja melihatnya sedang menonton The Boss Baby, jadi aku ikut saja nonton disampingnya.
Sederhananya, Film the boss baby sama seperti film animasi lainnya, para creator bisa saja membuatnya hanya untuk menghasilkan uang semata. Bagaimana tidak, film animasi dengan karakter utama bayi kartun yang berbicara denga suara Alec Baldwin (pengisi suara), para creator bisa saja membuatnya melakukan lelucon dan humor tanpa berfikir kualitas dari film dan apakah anak-anak dan para penonton menyukainya atau tidak. Tapi Michael McCullers (penulis) dan Marla Frazee (penulis) benar-benar meluangkan waktu untuk menulis dan menciptakan sebuah film yang cerdas dan menghibur. Sepertinya mereka benar-benar tahu apa yang harus dilakukan untuk memanjakan imajinasi penonton.

Pengisi Suara karakter yang mampu berbicara dengan sangat baik. Alec Baldwin sebagai pengisi suara Boss Baby mampu dengan baik memerankan karakter bayi yang sok bossy. Dia juga mampu melakukannya dengan timing dan intonasi yang kocak. Tim Templeton disuarakan oleh Miles Bakshi yang kebetulan menjadi cucu dari legenda animasi Ralph Bakshi (yang tidak hanya menganimasi banyak kartun klasik tetapi juga mengarahkan kartun Lord of the Rings dan Fritz the Cat). Dia bisa mengimbangi dengan tokoh-tokoh yang terdengar benar-benar membumi. Lisa Kudrow dan Jimmy Kimmel melakukan pekerjaan luar biasa sebagai pengisi suara orang tua Tim Templeton. Steve Buscemi melakukan pekerjaannya dengan sempurna sebagai pengisi suara penjahat animasi. Mungkin suara favorit saya adalah Toby McGuire sebagai pengisi suara Tim Templeton dewasa yang menceritakan film tersebut. Suara McGuire menciptakan suasana nostalgia yang indah setiap kali dia berbicara.
Film ini benar-benar Bagus dari segi cerita, meskipun tidak dikatakan sengan jelas, The Boss Baby adalah film tentang sudut pandang seorang anak laki-laki berumur 7 tahun, Tim Templeton. Yang memiliki kehidupan yang sempurna yang kemudian diusik oleh seorang bayi baru. Aku tidak tahu apakah semua anak-anak dan mereka yang menonton mengerti akan hal ini, tetapi semua itu terjadi dalam imajinasi Tim kecil. Dia melebih-lebihkan ketakutannya akan hadirnya bayi baru dan akan merebut semua perhatian dan Kasih sayang orang tuanya yang selama ini di miliki ... dan itu menyenangkan! Mengingatkanku pada masa kecilku, kalian tahu? Aku juga pernah bertanya darimana asal bayi, aku juga pernah berfikir seperti Tim. Bedanya, dulu aku sangat menginginkan adik kecil dan setelah aku memilikinya aku berfikir kembali kenapa dulu aku menginginkannya, karena setelah adik kecilku hadir, kebebasanku seperti terganggu olehnya. Setiap kali aku ingin bermain aku harus mengajaknya dan setiap dia menangis akulah yang disalahkan meskipun bukan aku yang membuatnya menangis.

Aku pernah melakukannya bersama adik kecilku, kami bermain dan adikku terluka karenanya. Karena hal itu ayahku memberiku hukuman, kalian tahu hukumannya apa? Aku harus mengerjakan 50 soal matematika... Pelajaran yang membuat ku... Ahk sudahlah. Sepertinya ayahku benar-benar tahu bagaimana cara menghukumku 😂
The Boss Baby dikemas dengan lelucon yang sangat lucu dan aksi yang menggemaskan dari boss baby dan Tim. Aku tidak pernah bosan akan ceritanya. aspek sebenarnya dari The Boss Baby yang paling aku acungi jempol adalah menyentuh ketakutan dan kekhawatiran anak-anak-anak soal adik baru, memusuhi saudara yang lebih muda dari mereka dengan cara yang imajinatif. Yang diceritakan melalui imajinasi seorang anak berusia 7 tahun. Tidak ada yang seharusnya nyata. Jika kalian tidak dapat menangguhkan ketidakpercayaan kalian atas dasar pemikiran itu, maka film ini bukan untuk kalian. Tetapi jika kalian bisa, kalian akan memiliki banyak kesenangan dan terhibur.

Adik sepupuku, katanya di menyukai film ini. Dia suka dengan karakter Theodore (boss baby) dan anak buahnya, lelucon dan ceritanya. Aku tidak tahu apakah dia benar-benar mengerti (karena adik sepupuku belum lancar membaca). Namun, selama menonton dia selalu tertawa saat adegan lucu, dia juga mengulang beberapa scene yang membuatnya terkesan bahkan dia memintaku untuk membacakan teksnya.
Bagiku filmnya sangat menarik, aku sangat menyukai bagian saat Tim dan Theodore bekerja sama, tanpa disadari hubungan mereka terjalin dengan sangat manis. Membuatku terkenang akan masa kecilku bersama adikku, meskipun dia selalu membuatku jengkel, dimarahi bahkan dihukum, aku selalu menyayanginya.
Pada intinya, The Boss Baby membuatku mengenang masa kecilku dan juga tentang hadiah yang luar biasa, karunia Tuhan yang di berikan kepadaku...
SAUDARA KANDUNG


@debay
Hoby bermain game, penggila manga, anime, movies, dan humors. Terkadang suka nulis ga jelas. Menyukai Pelajaran Matematika, meskipun ga ngerti sama sekali.