Nah, jika Anda sudah menonton dua film sebelumnya, tentu Anda sudah paham akan kualitas filmnya. Anda pasti sudah tahu mengenai apa yang bakal anda lihat. Film ini tak lebih dari film tentang rutinitas ranjang yang begitu-begitu saja. Jadi, calon penonton film Fifty Shades Freed ini, bisa dibilang merekan ingin menyiksa diri lewat buruknya film, atau yang kurang piknik. Fifty Shades Freed juga memiliki cerita yang rumit, dimana mantan bos si istri juga memulai konflik dengan keluarga barunya. Dan itu harus menyeretnya dalam masalah yang sebenarnya tak perlu ada dalam film sejenis ini.
Film ini juga cukup baik membuat khayalan penonton dengan poster dan trailernya yang menawarkan adegan orgasme puncak yang palsu. Tentu ini membuat penonton kecewa saat menontonnya. Adegan erotisnya juga biasa, dan terlalu terkalkulasi. Yang menarik dan jadi kelebihan film ini adalah ceritanya yang berkelanjutan, sehingga orang yang sudah menonton filmnya, pasti akan penasaran dan menontonnya lagi. Apalagi saat ending film ini ditutup dengan lagu "Love Me Like You Do"-nya Ellie Goulding, yang seakan menambah sensasi wow setelah menontonnya. Nah, pesan moral yang bisa diambil dalam film ini cukup menarik, yaitu bahwa materi tak selalu bisa membeli kebahagiaan.
Untuk Anda penyuka film dengan adegan panas, film ini sangat layak ditonton, namun untuk dikonsumsi anak-anak, sangat tidak disarankan. Jadi, jika Anda mau menonton film ini, jangan sampai mengajak anak kecil.
Jangan Lupa Bahagia
