scrobble.life
← All reviews
Movie

Ulasan: Film Animasi Sherlock Gnomes

Review by @levycore · 2612d · of Sherlock Gnomes

[Source](https://www.google.co.id/search?q=Sherlock+Gnomes&rlz=1C1GGRV_enID751ID751&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiUxt7cqYniAhUIDKwKHVuMDgYQ_AUIESgE&biw=1366&bih=695#imgrc=fPCicykslPFiXM:)

Film animasi masih merupakan industri yang banyak diminati oleh para pembuat film di seluruh dunia. Di antara banyak film serius dan kebutuhan akan penonton dewasa, film animasi disajikan sebagai acara penyegaran dan hiburan untuk anak-anak. Rilis film Sherlock Gnomes adalah salah satu animasi yang mewarnai musim liburan untuk anak-anak.

Sinopsis: Ketika Gnomeo dan Juliet kehilangan semua gnome di taman mereka, mereka merekrut seorang detektif bernama Sherlock Gnomes. Mereka terlibat dalam aksi petualangan untuk menyelidiki satu per satu ornamen tanaman yang hilang. Sherlock Gnomes dan rekannya Watson mencoba mencari tahu siapa pencuri yang menyebabkan masalah di taman.

Paramount Pictures menyambut penggemar lagi melalui Sherlock Gnomes. Sekuel Gnomeo dan Juliet menceritakan petualangan sekelompok ornamen mirip kerdil. Rupanya, gnome akan menjadi franchise dengan cerita parodi karya serius. Setelah karya Romeo dan Juliet karya Shakespeare (1597), giliran Arthur Conan Doyle dengan karya-karya Sherlock Holmes. Kita tidak dapat menyangkal bahwa Paramount Animation dan sutradara John Stevenson sengaja merancang film animasi ini untuk membuktikan bahwa karya selebritas tidak sulit untuk dipahami. Karena itu, film ini unik karena berani menghadirkan karya selebritas dengan ringan dan dapat diapresiasi oleh anak-anak. Soalnya, karya selebritas hanya bisa dihargai oleh orang-orang tertentu.

Alur ceritanya agak membingungkan. Masalahnya, dilihat dari judulnya, bahwa film ini berfokus pada karakter Sherlock dan Watson. Namun, karakter Gnomeo dan Juliet juga memiliki bagian penting yang sama dari adegan dengan duo detektif. Seolah-olah, karakter Sherlock dan Watson mengiringi petualangan Gnomeo dan Juliet.

Selain itu, Sherlock Gnomes adalah sekuel Gnomeo dan Juliet. Karakter Gnomeo dan Juliet harus sama pentingnya dengan Sherlock dan Watson. Nah, ini bisa jadi sekuel yang khas. Ada karakter selebritas dunia lainnya dalam petualangan Gnomeo dan Juliet sebagai karakter utama dari franchise ini.

Animasi ini memiliki peringkat PG-13. Masalahnya adalah bahwa program yang disajikan lebih kuat dalam hal bantuan, berbeda dari film pertama yang dapat ditonton oleh semua umur. Ya, novel-novel kriminal tidak mudah diterapkan pada penonton dari segala usia. Namun, dianggap bahwa Stevenson berusaha memasukkan kisah-kisah serius dalam imajinasi anak-anak.

Tidak dapat dipungkiri bahwa peringkat PG-13 untuk audiens Indonesia berbeda dari peringkat PG-13 untuk audiens asing. Masalahnya adalah bahwa beberapa adegan yang tidak dipikirkan cenderung ditiru oleh anak-anak di bawah usia 13 tahun. Acara Sherlock Gnomes tidak terlepas dari elemen-elemen ini. Kelebihan Memiliki karakter selebritas dunia dan program yang di sajikan kuat dan laytak di tonton semua umur termasuk anak-anak.

Kekurangan Alur cerita membingungkan. Karena terlihat berfokus pada Sherlock dan Watson.

Jangan Lupa Bahagia

follow_levycore.gif

U5ds6u_Gk12k_NSPX6232_EYv_Ursf12_ADY_1680x8400

Comments · 1

  • @midiagam(65)· 2612d

    Keunikan dari film animasi adalah, kita tidak pernah bosan menontonnya. Apalagi film produksi Paramount, ini sudah tak diragukan lagi kualitasnya. Meski alur ceritanya sedikit membingungkan, tapi tetap memghibur dengan aksi kocak didalamnya.

    Salam ksi bang @levycore😊