scrobble.life
← All reviews
Movie

Ulasan Film Greta 2019

Review by @levycore · 2659d · of Greta

[Source](https://www.google.co.id/search?q=Greta+2019&rlz=1C1GGRV_enID751ID751&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwi45uWupv_hAhURWqwKHSPcBNoQ_AUIDygC&biw=1366&bih=695#imgrc=C6PxIRj9Fwz0cM:)

Isabelle Huppert adalah salah satu seniman Eropa yang telah menjadi bintang Hollywood dalam beberapa tahun terakhir berkat permainan akting yang fenomenal yang membawanya ke Golden Globe Award terbaik untuk aktor film Elle 2017. Digabungkan dengan artis muda berbakat Chloe Grace-Moretz (Kick Ass, Let Me In), Huppert membintangi film thriller dramatis berjudul Greta Fruit, oleh Neil Jordan, sutradara kawakan yang telah bekerja pada film klasik era modern.

Film Greta diproduksi oleh Sidney Kimmel Entertainment bekerja sama dengan produser utama Quentin Tarantino, bernama Lawrence Bender. Dalam judul kredit yang muncul di layar, juga terlihat bahwa perusahaan produksi Korea dan distributor film Showbox tampaknya memiliki efek pada nada dan karakter film yang akan dirilis di Indonesia mulai 10 April 2019.

Sinopsis

Frances McCullen (Chloe Grace-Moretz), seorang gadis yang menjalani kehidupan baru di New York bekerja sebagai pelayan dan tinggal bersama di apartemen temannya Erica (Maika Monroe). Kehidupan baru Frances lepas dari ayahnya, Chris McCullen (Colm Feore), yang Frances anggap sebagai penyebab kematian ibunya setahun yang lalu. Suatu malam, Frances menemukan tas wanita di kereta bawah tanah dan memutuskan untuk mengirimnya kembali langsung ke alamat pemilik. Greta (Isabelle Huppert), pemilik tas bersyukur atas kembalinya tasnya dan menjamu Frances di rumah. Sedikit demi sedikit, hubungan antara Frances dan Greta datang bersama sebagai teman lama. Bahkan negara Greta diisolasi karena putranya Nicola belajar di Prancis, yang membuat Frances lebih simpatik. Greta juga menganggap Frances pengganti putranya. Frances berpikir bahwa Greta tampak seperti seorang ibu tanpa mengetahui rahasia kelam yang disimpan Greta dalam hidupnya.

Tinjauan

Film Greta bukan hal baru di Hollywood. Orang bahkan dapat mengatakan bahwa itu adalah bagian dari prinsip. Hal-hal yang dapat mempengaruhi pendapatan dan kritik yang berbeda dari film-film lain dengan tema yang sama adalah kualitas naskah, akting dan teknis dari produksi film. Kali ini, gaya yang digunakan adalah film thriller klasik yang sesuai dengan premis film ini. Premis klasik dengan gaya thriller klasik juga. Neil Jordan cukup baik untuk mengarahkan film yang ditulisnya bersama Ray Wright. Awal mula film yang menghadirkan karakter Frances, kisah keluarganya dan karakter Erica jelas dibangun untuk waktu yang singkat, meski sepertinya kurang menarik dan membosankan. Ketika film mulai menyajikan karakter Greta, film baru mulai menarik. Greta yang agak eksentrik dengan aksen Eropa dan teknologi soliter dan gagap sepertinya mengingatkan Frances pada sosok ibunya.

Ketegangan film yang mulai naik hingga paruh kedua film juga diatur dengan baik. Adegan pelecehan kriminal cukup mengganggu secara psikologis, Erica dianggap yang paling menarik dan menyenangkan bagi mereka yang mengerti, karena Maika Monroe adalah karakter utama dari film It Follows.

Jangan Lupa Bahagia

follow_levycore.gif

U5ds6u_Gk12k_NSPX6232_EYv_Ursf12_ADY_1680x8400

Voted by
  • @michealb
  • @tomhall
  • @donkeypong
  • @shaka
  • @slowwalker
  • @oldstone
  • @arunava
  • @khanza.aulia
  • @khaiyoui
  • @cyberrn
  • @wisdomandjustice
  • @levycore
  • @oldtimer
  • @bigram13
  • @horpey
  • @analisa
  • @razack-pulo
  • @englishtchrivy
  • @abduhawab
  • @ace108
  • @khaimi
  • @marius19
  • @doktormuslem
  • @mammasitta
and 159 others

Comments · 1

  • @midiagam(65)· 2659d

    Film ini kisahnya agak berbalut teka-teki, dan sedikit mistis, tentunya menarik untuk di saksikan. Karena kita semua ingin tau bagaimana kisah selanjutnya, pasti bakal sangat menyentuh.

    Salam ksi bang @levycore 😊